kacamata baca bisa gak melihat tulisan yg jauh/buram?

http://4.bp.blogspot.com/-TDSGihH2ehs/UvOyNJRqMoI/AAAAAAAAAAc/tVKH64_s2TM/s1600/2.gif
Bookmark and Share
Q. misalnya aku di kelas,,,kalo liat tulisan dipapan tulis s,,tulisan yg ada di ppn tulis tuh suka buram...kalo make kacamata baca bisa jelas gak yaa?

apa harus make kacamata minus?

aku mau beli kacamata gtuan,,tp di pasaran,,kira" harga nya berapa?
aku mau beli pake uang aku sendiri,,gak mau nyusahin org tua,,

pengen nya sich harga nya yg terjangkau,,,

A. Kalau kacamata baca itu untuk mata yang plus (rabun dekat).

Kalau dari keterangan anda tadi, anda itu matanya minus. jadi kacamatanya harus yang minus.
Untuk memastikan berapa minusnya, anda bisa periksakan ke dokter atau langsung datang ke toko kacamata. Biasanya periksa mata gratis kalau di toko kasamata.

Jika minusnya sudah di ketahui, maka kacamatanya juga bisa di beri lens yang pas, jadi anda bisa melihat tulisan yang jauh lagi.

Harga untuk paket kacamata minus, berkisar sekitar 100.000 dan seterusnya. Tergantung merek.

semoga bermanfaat

Moslem only, seandainya kalian dijamin mati langsung masuk sorga?
Q. ini Mimpi aja yah.. seandainya ada yang menjamin kalian bila mati (BUNUHDIRI SEKALIPUN) langsung masuk sorga, tanpa melalui alam barzah mana yang akan kalian pilih?

1. Mati sekarang
2. Menikmati dunia, nunggu tua, pikun, rabun, lemah (dikurangi nikmat)

note: *semua agama mengklaim sorga itu lebih indah dari kehidupan dunia.
maaf kalau ada yang tersinggung tp kalau moslem pasti tidak

A. Berandai-andai sesuatu yg tidak akan mungkin terjadi hanyalah membuka pintu bagi syetan...

Bagi muslim yang mengikuti petunjuk Rasul dan salafush sholeh mengindari berandai-andai seperti pertanyaan anda. Dalam Hadis Riwayat Bukhori muslim sangat Jelas, Rasulullah melarang bertanya ataupun menjawab pertanyaan seperti pertanyaan anda.

Semoga Jelas...

judulnya ku bingung, tolong berikan judul hai orang-orang?
Q. .
.............?

bajay merah dengan sopir tua
asap mengepul puith percikan api
dibalut hitam pekat, bau tak sedap.

meluncur dengan mata rabun
kadang lupa merah, hijau, kuning
puluhan klakson menghentakkannya,

...tua dan tuli harap dimaklum.

dua perempuan cantik dihantarnya
mendadak seketika,....

bajaj tua sopir tua
diam dalam lubang, tak bergerak
maklum rabun, mana rata, mana lubang

dasar si cantik, rela jua mengangkat bersama
berpeluh sama dengan jalan, andai tak berbajaj.

kek, kenapa berhenti bukankah jalanan sepi? tanya si dua cantik.
lagi di bersihkan jalannya bu, dari debu-debu, biar nyaman lewatnya, jawab si kakek.

..oh?
..?

dua perempuan cantik sadar kalau sudah sampai
tapi...dimana?

selimut putih, bulan sabit merah
ya, tuhan keluhnya!?

perempuan cantik satu masih bermimpi
si,kakek tua duduk dibahwa beringin,
...sembunyi
bajaj merah, asap putih terbungkus hitam,
benar-benar hitam
semuanya hitam
menepi disudut jalan tak bertuan.
dibawah pohon hijau langit biru.

abbay2009
menunggu judul mu.
@sobat Zappra sepertinya sastrawan yang politisi
@ilLan kalo seher rusak asapnya putih, busi kotor nembak-nembak keluar api.

A. NEGERI SERIBU MIMPI

Abbay dalam karya ini mengangkat thema "Kondisi Negeri" dalam bentuk "HOT".

Ya....kalau dilihat dari usia kendaraan....64 tahun itu sudah cukup tua menurut persepsi pengkarya, sehingga Abbay mengibaratkan negeri ini dengan "Bajaj Tua".

Perihal Asap putih mengepul percikan api adalah simbolisasi dari kebakaran hutan/lahan yang di Negeri kita sudah menjadi langganan.

Selanjutnya Abbay bertutur tentang "pesta" yang baru usai. Pak Tua sudah menyadari kekalahannya dan sudah mengucapkan selamat, sementara Srikandi Negeri dan Pasangannya masih berharap adanya "keadilan" yang harus diperjuangkan karena banyak rakyat yang katanya tidak kebagian jatah prasmanan akibat panitya kurang sigap dalam menyiapkan surat undangan.

Sebuah realita, langit biru memaung negeri dan dibawahnya tumbuh pohon-pohon hijau (sebagai simbolisasi Partai pendukung koalisi yang rata-rata "Partai Religi"

Maaf ngelantur, abaikan bila kurang berkenan. Ini hanya pemahaman subyektif dari seorang Zappra yang rabun, tua dan sudah mulai tumpul daya analisanya.

Salam
ZAPPRA

Bolehkah aku bertanya padamu tentang sesuatu?
Q. Siapakah aku?
hanya perantau di lorong masa
yang pernah terlintas di hatinya
bahwa pernah ada kehangatan
terkemas dalam susunan kata
nan rupawan

Dan pernah pula,
kusam mataku mengejanya
tutur luhur para dewa dewi
berhati mulia saling memuji
mengalirkan sejuknya hawa nirwana
hingga merelung dalam jiwa

Mungkin kini aku semakin tua
mungkin mataku beranjak rabun
: mengapa kini mereka tiada tampak?

Atau kutanya padamu, saudara
: mengapa kini mereka tiada tampak?

...

Ataukah ada yang salah dengan mataku?

Vst2010

A. Hay sobat vista



"Mereka kini tiada tampak"; sobat, seperti hal nya dirimu yang telah ber susah payah mengajak para user lama kembali ketaman, aku pun jua melakukannya, namun sepertinya mereka berat tuk pulang, tapi aku yakin Ikatan dan kenangan ditaman pasti akan menyeretnya kembali memintal pena, dan meramaikan taman kita yang tercinta



salam
maasari

Pendapat anda tentang Puisi UU enistaan agama ?
Q. Dikopas dari http://www.suaramedia.com/berita-nasional/19206-fpi-beraksi-setelah-taufik-bela-uu-penodaan-agama-dengan-puisi.html

Penyair Taufik Ismail membela UU Penodaan Agama dengan membacakan puisi saat dimintakan keterangan sebagai ahli bidang budaya oleh pihak Mahkamah Konstitusi.

"Tebing betapa curam, jurang betapa dalam, tak tampak keduanya
Desa kami terletak di kaki gunung yang sangat indanya
Berpagar perbukitan dengan deretan pohon cemara
Sawah luas terhampar, hijau muda dalam warna
Ladang palawija sangat subur pula keadaannya
Dari jauh tampak ternak kerbau, sapi, ayam dan domba
Kemudian kawanan burung terbang di udara
Tampak menembus awan tanpa suara
Walaupun alam desa kami indah keadaannya
Tapi kami belum makmur sesuai dengan cita-cita
Kemiskinan tidak teratasi seperti semestinya
Berbagai penyakit datang dan pergi bergantian saja
Beri-beri, diare, cacar, busung lapar, juga penyakit mata
Anehnya banyak warga sakit katarak dan radang glaukoma
Sehingga banyak yang rabun bahkan sampai buta
Sehingga dokter Puskesmas kami sibuk mengobati warga desa
Di barat desa ada sebuah tebing yang curam
Dibatasi setengah lingkaran oleh jurang yang dalam
Di atas tebing ini terhampar datar lapangan lumayan luasnya
Di sana anak-anak kecil berkejar-kejaran dengan leluasa
Bermain-main, melompat-lompat ke sini dan ke sana
Berteriak-teriak, menjerit-jerit dan tertawa-tawa
Karena penduduk desa cinta pada anak-anak mereka
Masih waras dan tak mau anak-anak celaka
Termasuk di tepi tebing dibikinkan pagar sudah lama
Terbuat dari kayu, sudah tua, terbatas kekuatannya
Agar tidak ada yang kepleset terjatuh ke jurang sana
Tebing itu lima puluh meter tingginya
Batu-batu besar bertabur di dasarnya
Semak dan belukar di tepi-tepinya
Hewan buas dan ular penghuni lembahnya
Kalau orang terjatuh ke dalamnya
Akan patah, cedera, cacat dan gegar otaknya
Nah, pada suatu hari
Ada sebagian kecil penduduk desa berdemonstrasi
Menuntut yang menurut mereka sesuatu yang asasi
Dengan nada yang melengking dan tinggi
Tangan teracung, terayun ke kanan dan ke kiri
Dalam paduan suara yang diusahakan harmoni
"Kami menolak pagar tebing itu, apa pun bentuknya
Pagar itu kan untuk anak-anak di bawah usia
Itu tak perlu untuk kami yang dewasa
Bahkan juga untuk anak-anak biarkan saja
Kami menuntut kebebasan sebebas-bebasnya
Tidak perduli alasan lama kalian dari zaman kuna
Pagar ini produk fikiran masa dahulu sudah lama
Cabut pagar itu, buang ke keranjang sampah saja
Pagar tebing itu adalah bentuk diskriminasi kuna
Kini waktunya orang menghargai kebebasan sebebas-bebasnya
Kita harus meniru negeri luar agar maju pula
"Apa itu pagar? Kenapa pelararan ini dibatas-batasi?
Tubuh kami ini hak kami
Kami menggunakannya semau hati sendiri
Apa itu pembatasan?
Konsep kuna, melawan kebebasan
Cabut itu pagar, semuanya robohkan!"
Demo berlangsung, hiruk-pikuklah terdengar suara
Heboh seantero kampung dan desa
Orang-orang bertanya, lho ini ada apa?
Kok jadi tegang suasana."

Silahkan berikan komentar anda tentang puisi tersebut ?
Bagaimana anda menilai kedalaman rohani Taufik Ismail ?

Mohon diskusi sehat

A. dalem




Powered by Yahoo! Answers

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar